Usaha batu bata dan genteng sudah ada sejak zaman dahulu kala secara turun-temurun di Kabupaten Banyuasin yang merupakan sentra produksi batu bata dan genteng terbesar di Provinsi Sumatera Selatan. Luas area pemasarannya tidak hanya di Kabupaten Banyuasin bahkan sampai keluar provinsi sampai ke Pulau Jawa.
![]()
Dosen Politeknik Palcomtech dan dosen Universitas Sriwijaya melalui Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Ristekdikti ini menawarkan solusi bagi pemilik bangsal batu bata dengan mitra Usaha Batu Bata Daslan Desa Pasir Putih Kecamatan Talang Kelapa Kabupaten Banyuasin. Usaha Batu Bata Daslan merupakan salah satu bangsal batu bata yang berada di Jl. Camat Km.16 Desa Pasir Putih Ujung Kecamatan Talang Kelapa Kabupaten Banyuasin dan menjadi mitra pengabdian masyarakat program PKM. Usaha Batu Bata Daslan yang dimiliki oleh Bapak Daslan ini berdiri pada tahun 2005, memiliki 13 pekerja tetap.
Adapun permasalahan dari aspek pemasaran, dimana selama ini mitra menjual produk batu bata masih bersifat menunggu pembeli dengan menyetok batu bata. PKM ini juga akan menghasilkan aplikasi perhitungan stock batu bata yang akan memudahkan untuk mengetahui jumlah stock batu bata dan mencatat transaksi penjualan/pemesanan. Dalam satu bulan rata-rata hanya dapat menjual ± 50.000 buah/bulan. Keterbatasan kapasitas produksi mitra menyebabkan mitra kesulitan memenuhi banyaknya permintaan dan melakukan perputaran modal serta memenuhi permintaan konsumen untuk batu bata yang ber-SNI. Sedangkan kompetitor telah mampu menghasilkan batu bata ber-SNI dan memiliki kapasitas produksi yang besar. Walaupun usaha mitra telah berdiri sejak lama akan tetapi manajemen usaha masih bersifat kekeluargaan. Kurangnya pengetahuan manajemen usaha dan strategi pemasaran produk batu bata menyebabkan usaha mitra sulit berkembang. Jika dikaitkan dengan pemasaran usaha batu bata Daslan yang masih konvensional, seharusnya telah memanfaatkan teknologi untuk menangkap permintaan batu batu yang semakin meningkat.
Program kegiatan ini diketuai oleh Hendra Hadiwijaya, S.E, M.Si. terdiri dari: a. Meningkatkan kapasitas produksi batu bata dan produk batu bata yang dihasilkan memenuhi kriteria SNI melalui teknologi tepat guna yang akan dihasilkan berupa mesin pencetak/press batu bata sesuai dengan SNI dan pelatihan penggunaan mesin batu bata press sesuai dengan ukuran SNI; b. Perbaikan manajemen usaha melalui : Pelatihan pembuatan dan penyajian laporan keuangan dan Pelatihan strategi pemasaran; c. Meningkatkan pengetahuan mengenai strategi pemasaran produk melalui e-commerce yang akan dihasilkan dan dan pelatihan penggunaan. Disamping itu, akan dihasilkan juga aplikasi perhitungan stock batu bata yang akan memudahkan untuk mengetahui jumlah stock batu bata dan mencatat transaksi penjualan/pemesanan; dan d. Meningkatkan pengetahuan mengenai permodalan usaha/kredit bank melalui pelatihan manajemen permodalan bagi usaha mikro dan simulasi pembuatan proposal pengajuan kredit bank. Tim juga memberikan bantuan alat berupa mesin pencetak/press batu bata sesuai dengan SNI dan gerobak besi untuk mengangkat batu bata. Sepanjang 8 bulan tim juga melakukan pendampingan usaha dan melihat perubahan pada omset penjualan mitra.
Untuk aplikasi perhitungan stock batu bata diberi nama APB UKM (Aplikasi Pencatatan Batubata bagi UKM berbasis Android), yang memuat informasi-informasi mulai dari batu bata mentah, batu bata jadi, penjualan batu bata dan juga menampilkan informasi mengenai profil pengguna aplikasi ini sendiri.
Indikator keberhasilan kegiatan PKM ini adalah peningkatan kapasitas produksi pada mitra yakni mitra berhasil memproduksi batu bata ber- SNI; b. Perbaikan manajemen usaha. Indikator keberhasilan kegiatan PKM berupa peningkatan manajemen usaha pada mitra yakni: telah diterapkannya penyajian laporan keuangan usaha yang rapi dan baik secara kontinu, serta penerapan strategi pemasaran pada usaha. Terdapat kenaikan omset usaha sebesar 30% dari kondisi sebelumnya. c. Meningkatkan pengetahuan mengenai strategi pemasaran produk. Indikator keberhasilan kegiatan PKM berupa peningkatan pengetahuan mengenai strategi pemasaran produk pada mitra yakni: diterapkannya secara 100% e-commerce dan aplikasi perhitungan stock batu bata secara kontinu, d. Meningkatkan pengetahuan mengenai permodalan usaha/kredit bank. Indikator keberhasilan peningkatan pengetahuan mengenai permodalan usaha/kredit bank pada mitra yakni: pemahaman dalam pembuatan proposal kredit bank. Prosedur kerja dalam PKM ini sebagai berikut: Tahap Pembuatan Teknologi Tepat Guna (TTG) mesin pencetak/press batu bata sesuai dengan SNI dan pembuatan web e-commerce serta aplikasi perhitungan stock batu bata, Tahap pelatihan, yakni: Pelatihan penggunaan mesin batu bata press sesuai dengan ukuran SNI, Pelatihan Manajemen Usaha (Pelatihan pembuatan dan penyajian laporan keuangan dan Pelatihan strategi pemasaran), pelatihan penggunaan e- commerce dan aplikasi perhitungan stock batu bata, pelatihan manajemen permodalan bagi usaha mikro dan simulasi pembuatan proposal pengajuan kredit bank, dan tahap Evaluasi PKM. Hasil PKM ini dapat meningkatkan daya saing usaha mitra minimal sebesar 60%; penerapan IPTEK sebesar 75%; dan terjadi peningkatan pengetahuan dan skill sebesar 70%.
Hasil PKM ini dapat meningkatkan daya saing usaha mitra minimal sebesar 60%; penerapan IPTEK sebesar 75%; dan terjadi peningkatan pengetahuan dan skill sebesar 70%.
The post Dosen Politeknik Palcomtech Membina pelaku Usaha Bangsal Batu Bata dan Membuat APB UKM (Aplikasi Pencatatan Batubata bagi UKM berbasis Android) appeared first on Student Portal PalComTech.