Demi dapat mengetahui kondisi semua jenis perpustakaan yang ada di Indonesia, Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI meluncurkan aplikasi pendataan perpustakaan berbasis wilayah. Kepala Perpusnas Muhammad Syarif Bando mengatakan, pendataan perpustakaan ini penting dilakukan untuk mengetahui kondisi semua jenis perpustakaan di Indonesia. melalui data perpustakaan ini dapat digunakan untuk menganalisis berbagai problematika yang ada di Indonesia dalam upaya meningkatkan kegemaran membaca dan meningkatkan indeks literasi.
Pengembang Aplikasi Agung Prihanggoro menjelaskan, pengembangan aplikasi pendataan perpustakaan berbasis wilayah ini dirancang dengan dua platfrom, yakni versi website dan mobile. Dengan fitur utama, pengelolaan perpustakaan, pengajuan NPP, simulasi SNP dan pelaporan atau rekapitulasi.
Fitur ini dapat digunakan untuk rekan-rekan pengelola perpustakaan di tingkat Kabupaten/Kota, Provinsi dan pusat untuk melakukan pengelolaan data. Editing, input data samai ke geotagging. Beberapa fitur baru yang tersedia, diantaranya geotagging (integrasi ke google maps), simulasi SNP, pengaduan dan live chat, dan nitifikasi via app dan email. Simulasi SNP ini dapat digunakan sebagai self assesment suatu perpustakaan. Dari skor yang didapat bisa digunakan untuk pengembangan perpustakaannya. Aplikasi ini diakses melalui laman data.perpusnas.go.id.
The post Perpusnas Luncurkan Aplikasi Pendataan Perpustakaan Berbasis Wilayah appeared first on Student Portal PalComTech.