Di masa pandemi Covid-19, perpustakaan mau tak mau harus menyesuaikan diri, bukan lagi hanya sebagai tumpukan buku berdebu. Perpustakaan kini telah bertransformasi berbasis inklusi sosial, agar masyarakat memperoleh akses pengetahuan, baik secara onsite maupun secara online melalui layanan internet. Hal ini guna mendorong inovasi dan kreativitas.
Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan, Perpusnas RI, Deni Kurniadi mengatakan, perpustakaan menjadi tempat berlatih keterampilan dalam menumbuhkan kecakapan kerja agar bisa memenuhi kebutuhan terhadap pengetahuan maupun kesejahteraan masyarakat.
Pihak Perpusnas sudah melakukannya sejak 2018 di 59 kabupaten dan 21 provinsi sebagai upaya untuk membangun literasi masyarakat baik di tingkat nasional, provinsi, kabupaten, sampai ke tingkat desa Melalui penciptaan kewirausahaan sederhana dalam rangka memberikan keterampilan kepada masyarakat lewat strategi program transformasi dapat dimanfaatkan secara optimal. Alhasil, perpustakaaan menjadi ruang berbagi pengalaman, belajar kontekstual sekaligus berlatih ketrampilan. Masyarakat yang berkegiatan di perpustakaan, lanjut Deni, mendapatkan pelatihan dan bimbingan diantaranya kewirausahaan termasuk didalamnya meningkatkan peluang kerja, pendapatan melalui berbagai pelatihan dan sharing pengetahuan sehingga tercipta keluarga dan masyarakat yang sejahtera.
The post Transformasi Perpustakaan Tingkatkan Literasi Masyarakat di Daerah appeared first on Student Portal PalComTech.